Senin, 15 Oktober 2012

JURNAL 2 "Perbandingan antara MySQL dan PostgresSQL"

Perbandingan Antara Database Mysql dan Postgresql
1)Aditya Yusuf, 2)Wisnu Sapto Adi, 3)Jessyca Andrea, 4)Wandy Susanto, 5)Dimas Purwiyantoro
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Jawa Tengah, Indonesia


Abstract

Mysql and Postgresql are two types of DBMS (Database Management System) that has powerful capabilities in data processing without the user having to pay for its use.
Differences in the speed and complexity of the data, as well as other factors indicate shortcomings and advantages of each DBMS. Thus, it becomes a comparison and characteristics of both the DBMS that will be the reference for prospective users.

Keywords : Database, Mysql, Postgresql, data types, speed.

Pendahuluan

Database atau dalam bahasa Indonesia disebut basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematis sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Database adalah sebuah subjek yang teramat penting. Database ada di mana-mana, seluruh aktivitas komputasi adalah seputar mengolah data—data keuangan, data percobaan ilmiah, data statistik pengunjung. Tanpa database, banyak aspek kehidupan yang akan pincang dan akhirnya mati. Entah itu perorangan, perusahaan, dan negara. Aplikasi apa pun yang diciptakan jantungnya adalah database. Maka dari itu, kelompok kami sungguh tertarik untuk membuat jurnal penelitian ini yang sekiranya akan menjadi penuntun dalam memilih database sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Isi

Sejarah Mysql
MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang kala itu bernama TcX DataKonsult AB, sejak sekitar 1994–1995, meski cikal bakal kodenya bisa disebut sudah ada sejak 1979. Tujuan mula-mula TcX membuat MySQL pada waktu itu juga memang untuk mengembangkan aplikasi Web untuk klien—TcX adalah perusahaan pengembang software dan konsultan database. Kala itu Michael Widenius, atau “Monty”, pengembang satu-satunya di TcX, memiliki aplikasi UNIREG dan rutin ISAM yang dibuat sendiri dan sedang mencari antarmuka SQL untuk ditempelkan di atasnya. Mula-mula TcX memakai mSQL, atau “mini SQL”. Barangkali mSQL adalah satu-satunya kode database open source yang tersedia dan cukup sederhana saat itu, meskipun sudah ada Postgres. Namun ternyata, menurut Monty, mSQL tidaklah cukup cepat maupun fleksibel. Versi pertama mSQL bahkan tidak memiliki indeks. Setelah mencoba menghubungi David Hughes—pembuat mSQL—dan ternyata mengetahui bahwa David tengah sibuk mengembangkan versi dua, maka keputusan yang diambil Monty yaitu membuat sendiri mesin SQL yang antarmukanya mirip dengan mSQL tapi memiliki kemampuan yang lebih sesuai kebutuhan. Lahirlah MySQL. Nama MySQL (baca: mai és kju él) tidak jelas diambil dari mana. Ada yang bilang ini diambil dari huruf pertama dan terakhir nama panggilan Michael Widenius, Monty. Ada lagi yang bilang kata My diambil dari nama putri Monty, yang memang diberi nama My—karena Monty memang aslinya seorang Finlandia. Tapi, sebenarnya kalau source code MySQL dilirik, prefiks my memang sudah terbubuhi di mana-mana—prefiks ini sering menjadi prefiks umum kalau seseorang membuat kode kustom tersendiri untuk sesuatu.
Sejarah Postgresql
PostgreSQL memiliki sejarah yang lebih panjang dan berliku. Pertama dimulai dalam wujud bernama Ingres (“Interactive Graphics and Retrieval System”), yang dikembangkan di Universitas Berkeley mulai tahun 1977 hingga 1985. Pemimpin proyek Ingres adalah Profesor Michael Stonebraker dan Eugene Wong. Ingres mula-mula dikembangkan di atas platform komputer mini PDP-11. Belum ada SQL waktu itu, dan Ingres memiliki bahasa query tersendiri yang disebut QUEL. Kode Ingres kemudian dikomersilkan sehingga berdirilah Relational Technologies (yang lalu berganti nama menjadi Ingres Corporation, dan kini berada di bawah perusahaan Computer Associates). Sementara itu, dari universitas yang sama, didirikan pulalah perusahaan Sybase dan Illustra (yang lalu bernama Informix, dan kini telah dibeli oleh IBM) oleh para alumninya. Profesor Stonebraker sempat terlibat di ketiga perusahaan ini. Salah satu pendiri Ingres juga merupakan pendiri Illustra. Jadi dari Ingres lahir berbagai produk database: Ingres sendiri, Sybase, dan Informix. Dari proyek Ingres juga lahirlah proyek penerusnya, Postgres (1986–1994). Dipimpin juga oleh Stonebraker, proyek ini bertujuan membuat Ingres agar menjadi lebih berorientasi objek. Kode Postgres inilah yang diambil menjadi Illustra dan Informix. Tahun 1995 dua mahasiswa S2 di universitas yang sama, Jolly Chen dan Andrew Yu, menambahkan SQL pada Postgres untuk menggantikan QUEL. Hasilnya adalah Postgres95. Akhirnya kedua mahasiswa pun lulus dan meninggalkan Berkeley, namun Chen masih terus memaintain Postgres95. Produk ini memiliki komunitas yang aktif berdiskusi di mailing list. Setahun berikutnya, Postgres95 jadi bertambah popular. Anggota mailing list telah mencapai 1000 orang. Seseorang bernama Marc G. Fournier dari Kanada menawarkan sebuah server untuk dipakai menjadi host mailing list dan CVS. Hingga saat itu, ada empat orang yang menjadi pengembang utama Postgres95: Chen, Fournier, dan dua orang lain yaitu Thomas Lockhart di California, AS dan Vadim Mikheev di Rusia. Namun Postgres95 dikembangkan bersama-sama lewat Internet dan sumbangan patch dan berbagai orang di seluruh pelosok dunia. Pertengahan 1996, nama Postgres95 sepakat dianggap sudah basi, maka lahirlah PostgreSQL (baca: post-grés-kju-él), dengan label versi dimulai dari angka 6.0 (versi terakhir dari Postgres/Berkeley adalah 4.2, dan Postgres95 dianggap versi 5.x). Di sinilah, dan juga berlanjut di keluarga 7.0–7.1, banyak terjadi peningkatan dalam hal skalabilitas, fitur, dan kecepatan.

Perbandingan

Kelebihan Mysql

Dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
Dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan.
Memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
Memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed /unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
Memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
Memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
Mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar  baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
Dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protocol TCP/IP  ,Unix soket ( UNIX  ), atau Named Pipes(  NT  ).
Dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
Memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
Dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool) yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
Memiliki struktur tabel yang fleksibel dalam menangani ALTER TABLE.
2.3.2 Kelebihan PostgreSQL:   
1. Memiliki arsitektur multiproses (forking) yang berarti memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati.
2. Dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), kecepatan Postgresql sering mengalahkan Mysql untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, hal ini
dikarenakan Postgresql mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row.
3. Memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record. Dengan adanya kemampuan OO ini maka di Postgresql, kita dapat mendefinisikan sebuah tabel yang mewarisi definisi tabel lain.
4. Menyediakan hampir seluruh fitur-fitur database seperti yang terdapat dalam produk database komersial pada umumnya.
5. Memiliki tipe data geometri (seperti titik, garis, lingkaran, poligon) yang mungkin berguna bagi aplikasi ilmiah tertentu
6. Memberikan kita kemampuan mendefinisikan sebuah field sebagai array.
7. Memiliki hampir semua fasilitas standar yang biasanya diinginkan: view (tabel virtual), trigger, stored procedure (dalam beberapa bahasa), dan foreign key constraint
8. Memiliki apa yang disebut rule, yaitu tindakan custom yang bisa kita definisikan dieksekusi saat sebuah tabel di-INSERT, UPDATE, atau DELETE
9. Mempunyai kemampuan untuk membuat konektifitas dengan database lain seperti pgdump, Interbase, pgaccess dan hampir semua database pada Linux.
10. Kemampuannya menampung data spasial, sehingga ia bisa digunakan dalam pembuatan situs yang berbasis Web GIS untuk pemetaan dan sebagainya.
11. Memiliki lisensi GPL (General Public License) dan oleh karena itu
Postgresql dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa
perlu membayar lisensi (free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil.
12.Mendukung banyak jenis bahasa pemrograman, antara lain: SQL, C, C++, Java, PHP, etc.

Hasil
Untuk menguji masing-masing database, digunakan Mysql 5.0.27 (innodb) dan Postgresql 8.2.1 dengan comparable memory dan disc settings. Ukuran database sekitar 80MB untuk setiap test (5000 – 300000 baris/tabel) dan jumlah user yang menggunakan secara bersamaan antara 1 sampai 20. (500MHz PIII, 256 MB RAM, 2 IDE HDDs – pengguna komputer berbeda, 100MB/s network).

 
Grafik Transaksi: Mysql.




 

 
Grafik Transaksi: Postgresql.




       
        Grafik Timeout Errors: Mysql.

       
        Grafik Timeout Errors: Postgresql.

Pembahasan

    Secara keseluruhan, Mysql lebih cepat mengisi database dibandingkan Postgresql. Tetapi, berbeda dengan Mysql,  pada Postgresql sangat sedikit ditemukan timeout errors.

Simpulan

Latar belakang pengembangan Mysql adalah untuk kebutuhan bisnis klien, berbeda dengan Postgresql yang berawal dari proyek akademik. Mysql berfokus pada kelangsingan dan kecepatan, tetapi Postgresql pada kelengkapan fitur, portabilitas, dan reliabilitas. Kalau Mysql merupakan sebuah database relasional (RDBMS), maka Postgresql disebut objek-relasional (ORDBMS) karena fitur OO-nya seperti pewarisan tabel dan tipe data. Berdasarkan simpulan tersebut, maka kelompok kami memilih database Postgresql.

Daftar Pustaka

JURNAL 1 "Perbandingan antara Intel dan Amd"

PERBANDINGAN ANTARA PROCESSOR INTEL DAN AMD
1)Aditya Yusuf, 2)Wisnu Sapto Adi, 3)Jessyca Andrea, 4)Wandy Susanto, 5)Dimas Purwiyantoro
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Jawa Tengah, Indonesia

Abstraksi
Di dunia modern sekarang ini kemajuan teknologi sudah berkembang dengan pesat, terutama teknologi komputer, entah itu dari segi hardware atau software nya. Di sini kami akan membahas tentang teknologi komputer dari segi hardware nya, yaitu processor nya. Sering kali ketika kita akan membeli laptop/ PC kita tidak memperhatikan processor, padahal seperti yang kita ketahui processor adalah otak dari kompuer, yang mana akan mempengaruhi tentang kinerja/ performa komputer kita. Di sini kita akan membandingkan antara processor keluaran dari INTEL dan AMD, baik itu dari segi kecepatan maupun kualitas gambarnya. Sehingga dengan hal ini diharapkan pembaca akan mengetahui tentang keunggulan dan kelemahan dari kedua produk tersebut.

Key words: processor, intel, amd

PENDAHULUAN
Kelompok kami beranggapan bahwa membandingan produk antara INTEL dan AMD sangatlah penting. Karena ini akan menentukan kinerja dari komputer itu sendiri. Dan diharapkan pembeli tidak akan salah pilih dalam membeli setiap produk yang mereka akan beli.

ISI
Prosesor merupakan bagian utama dari komputer karena prosesor berfungsi untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Prosesor sering dianggap sebagai “engine” komputer atau juga disebut CPU (Central Processing Unit). Di sini kita akan membahas tentang processor INTEL dan AMD.
2.1 Intel
Intel Corporation adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di AS dan terkenal dengan rancangan dan produksi mikroprosesor dan mengkhususkan dalam sirkuit terpadu. Intel juga membuat kartu jaringan, chipset papan induk, komponen, dan alat lainnya. Intel memiliki projek riset yang maju dalam seluruh aspek produksi semikonduktor, termasuk MEMS. Intel mengganti logo dan slogannya pada 1 Januari 2006. Slogan lamanya “Intel inside” diganti dengan “Intel Leap ahead”. Beberapa produk prosesor Intel yang ada sampai sekarang ini yaitu :
1. Intel® Pentium® 4                       
2. Intel® Pentium® Dual-Core
3. Intel® Core™2 Duo                       
4. Intel® Core™2 Quad
5. Intel® Core™2 Extrme              
6. Intel® Core™ i7
2.2 AMD
AMD (Advanced Micro Devices) adalah sebuah perusahaan pembuat sirkuit terpadu, prosesor atau IC (integrated circuit) yang bermarkas di Sunnyvale, California, Amerika. Pabrik pertama berada di Austin, Texas, Amerika dan pabrik kedua berada di Dresden, Jerman yang ditetapkan untuk memproduksi Athlon saja. Bila semuanya berjalan lancar, mimpi harga sistim PC akan dapat lebih murah bisa terwujud karena tidak lagi di monopoli oleh Intel. Pada tahun 2006 juga, AMD telah berhasil mengakuisisi perusahaan Grafis terkenal asal Amerika yaitu ATI Tecnology. Perusahaan ini adalah penyedia prosesor x86-compatible processors terbesar kedua. AMD juga sudah dikenal oleh dunia, beberapa produknya yaitu :
1. AMD Sempron™                           
2. AMD Athlon™ FX
3. AMD Athlon™ 64                          
4. AMD Athlon™ X2
5. AMD Athlon™ X3                         
6. AMD Athlon™ X4



HASIL
Di sini kita akan akan membandingkan antara produk INTEL dan AMD
SANDY BRIDGE

Core i7-2600K
Core i7-870
AMD Phenom X6 1100T

Sysmark 2007
232
203
162

Cinebench R11.5
6,89 points
5,53 points
5,89 points

Expression Encoder 4
214 detik
263 detik
236 detik

dBpoweramp MC 13.5
60 detik
72 detik
87 detik

Whetstone iSSE3 (SS2010)
81,57 GFLOPS
59,62 GFLOPS
57,18 GFLOPS

PCMark Vantage
9149 PCMarks
7872 PCMarks
7037 PCMarks

3DMark Vantage
P11175
P10786
P10670

Stalker
60,34 fps
57,5 fps
57,75 fps

Konsumsi Daya Idle
113 Watt
125 Watt
139 Watt

Kerja Penuh (100%)
179 Watt
224 Watt
229 Watt


PEMBAHASAN
Jika melihat tabel Dominasi Sandy Bridge, kita bisa melihat betapa signifikannya keunggulan Core i7-2600K. Dominasi prosesor ini semakin kukuh jika kita bandingkan dengan AMD Phenom X6 1100T. Meski prosesor AMD memiliki 6 inti, Core i7-2600K tetap unggul dengan selisih yang besar.
Hebatnya, dengan segala dominasi tersebut, konsumsi daya Core i7-2600K tetap lebih irit. Pada kondisi idle maupun beban penuh, konsumsi daya prosesor ini masih di bawah kedua prosesor pembanding. Inilah salah satu efek kebijakan “satu silikon” yang digunakan Sandy Bridge. Jika kita melihat dari data di atas maka dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
L1 pada Intel P4 maksimal 28K, sedang pada AMD adalah 128. Bedasarkan beberapa test AMD dengan L1 128K lebih unggul dibanding dengan Intel
L2 pada Intel P4 maksimal 1Mb sama dengan AMD 1Mb.
Temperatur pada Intel dapat diatur oleh processornya sndiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas), pada AMD64 temperatur maksimum adalah 90°C. Teknologi Intel lebih unggul dibanding AMD.
Voltase yang dibutuhkan oleh Intel P4 adalah minimal 1,2 V sedang  pada AMD 1,75V, Intel lebih unggul.
Banyak transistor pada Intel 100 milyar sedang AMD 105 milyar.
Banyaknya Decoder, Integer, FP pada intel lebih sedikit dibanding AMD yang secara signifikan perbedaan tersebut meningkatan kinerja dari AMD.
AMD lebih unggul dalam pengolahan komunikasi aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3, dan Doubly Digital Suround  Sound.
Pipeline pada intel lebih panjang dibanding dengan AMD, tetapi pipeline Intel bermasalah pada pertukaran tugas, sehingga pipeline intel kecepatannya melambat berada dibawah AMD.
SIMPULAN
Untuk menggunakan prosesor Intel, haruslah mengeluarkan lebih banyak biaya. Prosesor Intel lebih kuat dari porsesor AMD pada aplikasi multimedia, sebaliknya prosesor AMD menang dari prosesor Intel di gaming dan program 3D nya. Maka dari itu, kelompok kami memilih processor Intel.
DAFTAR PUSTAKA